![]() |
| Gambar Ilustrasi |
Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat dengan dibuktikan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik, maka partai politik mulai lahir pada abad ke-19 secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain.
Di Indonesia kemunculan partai-partai politik tak terlepas dari terciptanya iklim kebebasan yang luas bagi masyarakat pasca runtuhnya pemerintahan kolonial Belanda. Sebenarnya cikal bakal dari munculnya partai politik yang lahir selama masa penjajahan tidak terlepas dari peranan gerakan-gerakan yang tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kebebasan yang lebih luas dari penjajah juga menuntut kemerdekaan.
Cikal bakal dari terbentuknya partai politik di Indonesia adalah lahirnya Budi Utomo yang merupakan perkumpulan kaum terpelajar. Perkumpulan ini merupakan bentuk dari studies club, perkumpulan sosial, ekonomi dan organisasi Pendidikan. Setelah Budi Utomo lahir, muncullah dua organisasi yang disebut-sebut sebagai partai politik pertama di Indonesia, yaitu Sarekat Islam dan Indiche Partij menyusul dibelakang tiga organisasi tersebut muncul organisasi ISDV yang didirikan oleh orang belanda di Semarang. Pendirian ISDV adalah usaha untuk memasukkan paham Marxisme ke Indonesia sehingga pada tanggal 23 Mei 1920 ISDV berubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia, Semaun dan Darsono yang dulunya merupakan tokoh partai Sarekat Islam menjabat sebagai ketua dan wakil ketua PKI.
Selain itu juga lahir Muhammadiyah, Partai Nasional Indonesia, Partai Indonesia dan lain-lain. Muhammdiyah mengikrarkan diri bukan sebagai partai politik walaupun ada kaiatanya dengan organisasi politik Islam. Saat Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942-1945 partai politik mengalami kevakuman dalam menjalankan fungsinya kondisi ini disebabkan karena pemerintahan Jepang pada masa itu tidak mengizinkan partai politik untuk melaksanakan aktivitas politik. Hingga Indonesia memproklamirkan kemederkaan pada tanggal 17 Agustus 1945 maka dimulaikan babak baru bagi bangsa Indonesia untuk merumuskan cita-cita dan dasar negara. Dalam rangka merumuskan dasar negara terjadi perdebatan yang sengit antara partai-partai politik yang ada, hal ini disebakan karena tajamnya perbedaan ideologi dari masing-masing partai politik yang lahir sebelum Indonesia merdeka.
Demikianlah asal muda terbentuknya partai politik di Indonesia, partai-partai pelopor tersebut mewakili beragam ideologi yang mendasari dibentuknya partai politik seperti nasionalis, keagamaan, dan komunis. Masing-masing idelogi tersebut hingga saat ini di Indonesia menjadi landasan bagi partai politik kecuali ideologi komunis yang berakhir bersamaan dengan akhir masa orde baru.
Referensi :
Karim, M.Rusli.1983. Perjalanan Partai Politik di Indonesia Sebuah Potret Pasang Surut. Jakarta: Rajawali Press.
Marijan,Kacung. 2010. Sistem Politik Indonesia: Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru. Jakarta: Prenada Media Group, 2010.
Wollhoff, G.J. 1955. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara Republik Indonesia. Djakarta: Timun Mas NV.

0 komentar:
Posting Komentar